Abu Bakar RA Menemani
Nabi SAW di Gua Tsaur
Abu Bakar Ash-Shiddiiq RA adalah salah seorang shahabat yang
menemani Rasulullah SAW ketika hijrah dari Makkah ke Madinah, dan beliaulah
yang menemani Rasulullah SAW ketika bersembunyi di dalam Gua Tsaur. Bukhari
meriwayatkan sebagai berikut : Baraa' bin 'Aazib meriwayatkan bahwa ayahnya
berkata kepada Abu Bakar:
"Hai Abu Bakar, ceritakanlah kepadaku
bagaimana kalian berdua (Abu Bakar dan Rasulullah) berbuat ketika kamu dan Rasulullah SAW
melakukan perjalanan malam (ketika
keluar dari gua Tsaur hijrah ke Madinah)". Abu Bakar berkata, "Ya. Kami melakukan
perjalanan (sebagian) malam dan sebagian siang harinya hingga tengah (siang) hari, dan dijalan
lengang tidak ada seorangpun
lewat, lalu nampak kepada kami sebuah batu besar yang memanjang dan terdapat naungan yang tidak
terkena sinar matahari, lalu kami singgah disitu. Aku meratakan tempat dengan tanganku
untuk tidur beliau dan aku
menghamparkan pakaianku, lalu aku berkata,
"Tidurlah, wahai Rasulullah, dan aku akan
menjaga engkau dari sekeliling engkau". Beliau lalu tidur dan aku keluar
menjaga di sekeliling beliau. Tibatiba datang seorang penggembala dengan kambingnya menuju ke arah batu itu bermaksud seperti maksud kami. Lalu
aku bertanya, "Kepunyaan siapakah kamu ini ?". Ia menjawab, "Kepunyaan seorang
laki-laki penduduk kota atau Makkah".
Aku bertanya, "Apakah kambingmu ada yang bisa diperah susunya ?". Ia menjawab,
"Ya". Aku berkata, "Apakah kamu berhaq memerah ?". Ia menjawab, "Ya".
Lalu ia membawa seekor kambing, lalu aku (Abu Bakar) berkata, "Bersihkanlah tetek itu dari debu,
bulu dan kotorannya". (Abu
Ishaq) berkata, "Lalu aku melihat Baraa' memukulkan salah satu tangannya pada tangan lainnya,
(isyarat membersihkan). Lalu orang itu memerah sedikit air susu ke dalam mangkuk. Aku (Abu
Bakar) membawa ember (berisi
air) yang aku bawa untuk keperluan minum dan
wudlu Nabi SAW. Lalu aku mendatangi Nabi SAW
dan aku tidak mau membangunkan beliau. Dan
ketika aku datang, kebetulan beliau bangun.
Lalu aku menuangkan air pada air susu itu
hingga wadahnya yang bagian bawah terasa dingin, lalu aku berkata, "Minumlah, wahai
Rasulullah". Beliau lalu minum hingga aku merasa lega. Kemudian beliau bersabda,
"Apakah belum waktunya untuk
berangkat ?". Aku menjawab, "Sudah". Lalu kami berangkat setelah matahari condong (ke barat). Kemudian Suraqah bin Malik membuntuti kami,
maka aku berkata, "Kita dibuntuti, wahai Rasulullah". Beliau bersabda,
"Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita". Lalu Nabi SAW berdo’a
terhadap Suraqah, lalu kuda
Suraqah menancap (dua kaki depan) sampai perutnya. Aku mengira, ke dalam tanah cadas (Zuhair
ragu). Kemudian Suraqah berkata, "Sungguh aku menyangka kamu berdua telah berdo’a
terhadapku, maka do’akanlah untukku,
niscaya Allah menolong kamu berdua, aku akan
mengembalikan orang-orang yang mencari
kamu". Kemudian Nabi SAW mendo’akan Suraqah, maka dia selamat. Lalu
tidaklah Suraqah bertemu dengan seseorang (yang mencari beliau) kecuali dia
berkata, "Aku cukupkan kamu (percayalah kepadaku), dia tidak ada di
sini". Maka Suraqah tidak bertemu
seseorang kecuali dia mengembalikannya. Abu Bakar berkata, "Dan Suraqah
memenuhi (janjinya) kepada kami".
[HR.Bukhari juz 4, hal. 180]
Abu Bakar juga berkata : "Aku
berkata kepada Nabi SAW saat berada di dalam gua; "Seandainya salah
seorang dari mereka melihat ke bawah dua telapak kakinya, pasti dia melihat
kita". Maka Rasulullah SAW bersabda, "Hai Abu Bakar, apakah kau kira
kita hanya berdua, sesungguhnya Allah yang ketiganya".
[HR. Bukhari juz 4, hal. 190]