Jumat, 29 April 2016

Abu Bakar RA Menemani Nabi SAW di Gua Tsaur


Abu Bakar RA Menemani Nabi SAW di Gua Tsaur

Abu Bakar Ash-Shiddiiq RA adalah salah seorang shahabat yang menemani Rasulullah SAW ketika hijrah dari Makkah ke Madinah, dan beliaulah yang menemani Rasulullah SAW ketika bersembunyi di dalam Gua Tsaur. Bukhari meriwayatkan sebagai berikut : Baraa' bin 'Aazib meriwayatkan bahwa ayahnya berkata kepada Abu Bakar:
"Hai Abu Bakar, ceritakanlah kepadaku bagaimana kalian berdua (Abu Bakar dan Rasulullah) berbuat ketika kamu dan Rasulullah SAW melakukan perjalanan malam (ketika keluar dari gua Tsaur hijrah ke Madinah)". Abu Bakar berkata, "Ya. Kami melakukan perjalanan (sebagian) malam dan sebagian siang harinya hingga tengah (siang) hari, dan dijalan lengang tidak ada seorangpun lewat, lalu nampak kepada kami sebuah batu besar yang memanjang dan terdapat naungan yang tidak terkena sinar matahari, lalu kami singgah disitu. Aku meratakan tempat dengan tanganku untuk tidur beliau dan aku menghamparkan pakaianku, lalu aku berkata, "Tidurlah, wahai Rasulullah, dan aku akan menjaga engkau dari sekeliling engkau". Beliau lalu tidur dan aku keluar menjaga di sekeliling beliau. Tibatiba datang seorang penggembala dengan kambingnya menuju ke arah batu itu bermaksud seperti maksud kami. Lalu aku bertanya, "Kepunyaan siapakah kamu ini ?". Ia menjawab, "Kepunyaan seorang laki-laki penduduk kota atau Makkah". Aku bertanya, "Apakah kambingmu ada yang bisa diperah susunya ?". Ia menjawab, "Ya". Aku berkata, "Apakah kamu berhaq memerah ?". Ia menjawab, "Ya". Lalu ia membawa seekor kambing, lalu aku (Abu Bakar) berkata, "Bersihkanlah tetek itu dari debu, bulu dan kotorannya". (Abu Ishaq) berkata, "Lalu aku melihat Baraa' memukulkan salah satu tangannya pada tangan lainnya, (isyarat membersihkan). Lalu orang itu memerah sedikit air susu ke dalam mangkuk. Aku (Abu Bakar) membawa ember (berisi air) yang aku bawa untuk keperluan minum dan wudlu Nabi SAW. Lalu aku mendatangi Nabi SAW dan aku tidak mau membangunkan beliau. Dan ketika aku datang, kebetulan beliau bangun. Lalu aku menuangkan air pada air susu itu hingga wadahnya yang bagian bawah terasa dingin, lalu aku berkata, "Minumlah, wahai Rasulullah". Beliau lalu minum hingga aku merasa lega. Kemudian beliau bersabda, "Apakah belum waktunya untuk berangkat ?". Aku menjawab, "Sudah". Lalu kami berangkat setelah matahari condong (ke barat). Kemudian Suraqah bin Malik membuntuti kami, maka aku berkata, "Kita dibuntuti, wahai Rasulullah". Beliau bersabda, "Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita". Lalu Nabi SAW berdo’a terhadap Suraqah, lalu kuda Suraqah menancap (dua kaki depan) sampai perutnya. Aku mengira, ke dalam tanah cadas (Zuhair ragu). Kemudian Suraqah berkata, "Sungguh aku menyangka kamu berdua telah berdo’a terhadapku, maka do’akanlah untukku, niscaya Allah menolong kamu berdua, aku akan mengembalikan orang-orang yang mencari kamu". Kemudian Nabi SAW mendo’akan Suraqah, maka dia selamat. Lalu tidaklah Suraqah bertemu dengan seseorang (yang mencari beliau) kecuali dia berkata, "Aku cukupkan kamu (percayalah kepadaku), dia tidak ada di sini". Maka Suraqah tidak bertemu seseorang kecuali dia mengembalikannya. Abu Bakar berkata, "Dan Suraqah memenuhi (janjinya) kepada kami".
[HR.Bukhari juz 4, hal. 180]
Abu Bakar juga berkata : "Aku berkata kepada Nabi SAW saat berada di dalam gua; "Seandainya salah seorang dari mereka melihat ke bawah dua telapak kakinya, pasti dia melihat kita". Maka Rasulullah SAW bersabda, "Hai Abu Bakar, apakah kau kira kita hanya berdua, sesungguhnya Allah yang ketiganya".
[HR. Bukhari juz 4, hal. 190]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar